Kaidah I'lal 11, Lafadz اٰمَنَ, Lafadz اُوْمُلْ, dan Lafadz اِيْدَمْ

Kaidah i'lal ke 11 ini masih diambil dari Kitab Qawa'idul I'lal dan merupakan kaidah dasar yang perlu diketahui juga jika kamu mempelajari ilmu tajwid, tepatnya pada hukum mad badal. Mengapa demikian, karena antara hukum mad badal dan kaidah i'lal ke 11 ini adalah sesuatu ilmu yang berkesinambungan.

Selengkapnya : Download Kitab Qawaidul I'lal dan Terjemah Lengkap.


Kaidah I'lal 11, Lafadz اٰمَنَ, Lafadz اُوْمُلْ, dan Lafadz اِيْدَمْ

الْهَمْزَاتَانِ اِذَا الْتَقَتَا فِيْ كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ ثَانِيَتُهُمَا سَاكِنَةٌ، وَجَبَ اِبْدَالُ الثَّانِيَةِ بِحَرْفٍ نَاسَبَ اِلٰى حَرَكَةِ الْاُوْلٰى، نَحْوُ اٰمَنَ وَاُوْمُلْ وَاِيْدَمْ اَصْلُهَا أَأْمَنَ وَاُؤْمُلْ وَاِئْدَمْ

Dua hamzah, ketika keduanya bertemu di dalam satu kalimat sedangkan hamzah kedua adalah mati (disukun), maka wajib mengganti hamzah kedua dengan huruf yang sesuai dengan harakat hamzah pertama. Contoh "اُوْمُلْ", "اٰمَنَ", dan "اِيْدَمْ" asalnya adalah "اُؤْمُلْ", "أَأْمَنَ", dan "اِئْدَمْ"


Kesimpulan yang perlu dipetik dari kaidah i'lal 11 di atas adalah :

  • ada 2 hamzah berkumpul dalam satu kalimat
  • hamzah kedua mati (disukun)

Maka hamzah kedua harus diganti dengan huruf yang sesuai dengan harakat hamzah pertama.

Nah, pergantian huruf hamzah kedua itu bisa dilihat seperti pada ilmu tajwid tepatnya hukum mad thobi'i, yaitu:

  1. jika harakat hamzah pertama fathah, maka hamzah kedua diganti dengan alif
  2. jika harakat hamzah pertama kasroh, maka hamzah kedua diganti dengan huruf ya'
  3. jika harakat hamzah pertama dlommah, maka hamzah kedua diganti dengan huruf wawu

Contohnya :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal (Hasil)
أَأْمَنَ
اٰمَنَ
اُؤْمُلْ
اُوْمُلْ
اِئْدَمْ
اِيْدَمْ


I'lal Lafadz اٰمَنَ (Amana)

Lafadz "اٰمَنَ" asalnya adalah lafadz "أَأْمَنَ" mengikuti wazan "اَفْعَلَ".

Berdasarkan kaidah 11 di atas, pada lafadz "أَأْمَنَ", ada 2 hamzah yang berkumpul di dalam satu kalimat, di mana hamzah pertama berharakat fathah dan hamzah kedua berharakat sukun. Maka hamzah kedua harus diganti dengan huruf alif sehingga menjadi lafadz "اٰمَنَ".

Jadi :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal (Hasil)
أَأْمَنَ
اٰمَنَ


I'lal Lafadz اُوْمُلْ (Uumul)

Lafadz "اُوْمُلْ" asalnya adalah lafadz "اُؤْمُلْ" mengikuti wazan "اُفْعُلْ".

Berdasarkan kaidah 11 di atas, pada lafadz "اُؤْمُلْ", ada 2 hamzah yang berkumpul di dalam satu kalimat, di mana hamzah pertama berharakat dlommah dan hamzah kedua berharakat sukun. Maka hamzah kedua harus diganti dengan huruf wawu sehingga menjadi lafadz "اُوْمُلْ".

Jadi :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal (Hasil)
اُؤْمُلْ
اُوْمُلْ


I'lal Lafadz اِيْدَمْ (Iidam)

Lafadz "اِيْدَمْ" asalnya adalah lafadz "اِئْدَمْ" mengikuti wazan "اِفْعَلْ".

Berdasarkan kaidah 11 di atas, pada lafadz "اِئْدَمْ", ada 2 hamzah yang berkumpul di dalam satu kalimat, di mana hamzah pertama berharakat kasrah dan hamzah kedua berharakat sukun. Maka hamzah kedua harus diganti dengan huruf ya' sehingga menjadi lafadz "اِيْدَمْ".

Jadi :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal (Hasil)
اِئْدَمْ
اِيْدَمْ


I'lal Lafadz خُذْ (Khudz), Lafadz كُلْ (Kul), dan Lafadz مُرْ (Mur)

Lafadz "خُذْ" asalnya adalah "اُؤْخُذْ", lafadz "كُلْ" asalnya adalah "اُؤْكُلْ", dan lafadz "مُرْ" asalnya adalah "اُؤْمُرْ". Ketiganya mengikuti wazan "اُفْعُلْ".

Coba lihat ketiga lafadz aslinya (اُؤْمُرْ، اُؤْكُلْ، اُؤْخُذْ), berdasarkan kaidah 11 di atas, ada 2 hamzah yang berkumpul di dalam satu kalimat, di mana hamzah pertama berharakat dlommah dan hamzah kedua berharakat sukun. Maka hamzah kedua harus diganti dengan huruf wawu sehingga menjadi lafadz "اُوْمُرْ، اُوْكُلْ، اُوْخُذْ".

Lalu, huruf wawu dibuang dengan alasan untuk meringankan banyaknya penggunaan, sehingga menjadi lafadz "اُمُرْ، اُكُلْ، اُخُذْ".

Lalu hamzah pada awal kalimat adalah hamzah washal. Hamzah itu harus dibuang karena tidak dibutuhkan, sehingga menjadi lafadz "مُرْ، كُلْ، خُذْ".

Jadi :

Lafadz Asli
Perubahan 1
Perubahan 2
Lafadz I'lal (Hasil)
اُؤْخُذْ
اُوْخُذْ
اُخُذْ
خُذْ
اُؤْكُلْ
اُوْكُلْ
اُكُلْ
كُلْ
اُؤْمُرْ
اُوْمُرْ
اُمُرْ
مُرْ